Antonio Conte Akui Sesali Gol Bunuh Diri Lukaku

Duel melawan Sevilla di Final Liga Europa sejatinya berimbang, tapi kekalahan Inter Milan justru datang dari gol bunuh diri Romelu Lukaku. Mengenai hal tersebut, pelatih Antonio Conte tidak bisa memungkiri rasa sesalnya.

Pertandingan tersebut sendiri berlangsung pada Sabtu dinihari WIB tadi (22/08) di RheinEnergieStadion, Koln, Jerman.

Seperti yang diprediksi, pertandingan berlangsung ketat sejak menit pertama. Tapi, Inter Milan berhasil membuka keunggulan lebih dulu berkat gol yang dicetak oleh Romelu Lukaku lewat titik putih penalti.

Sengitnya persaingan antara kedua tim terus berlanjut. Hanya selang tiga menit saja, Inter Milan menyamakan kedudukan lewat aksi Diego Godin. Skor imbang 2-2 bertahan sampai jeda pertandingan.

Pada babak kedua, intensitas pertandingan cenderung melambat, kedua tim tampak sangat berhati-hati melancarkan serangan. Inter Milan tampak lebih sering mencetak peluang, tapi pertahanan Sevilla amat kokoh.

Akhirnya, pada menit ke-74, gawang Samir Handanovic justru kebobolan. Gol ketiga Sevilla tercipta akibat Romelu Lukaku salah dalam mengantisipasi bola hasil sepakan salto Diego Carlos.

Alhasil, gol bunuh diri tersebut membuat Inter Milan tertinggal 2-3 sampai laga berakhir dan gagal menjadi juara.

Selepas pertandingan tersebut, manajer Antonio Conte menilai pertandingan melawan Sevilla berjalan seimbang. Namun, gol bunuh diri Romelu Lukaku membuat keadaan jadi berubah.

Mantan pelatih Juventus ini tampaknya sedikit menyesali gol bunuh diri pemain andalannya tersebut.

“Itu adalah pertandingan yang sulit dan berlangung berimbang. Setiap momen pada babak kedua bisa memicu permainan menjadi lebih hidup. Kami memiliki peluang yang besar, kemudian tiba gol bunuh diri (Romelu Lukaku),” ujar Conte.

Tapi terlepas dari itu, eks pelatih Juventus mengakui bahwa Sevilla memang lebih baik secara keseluruhan, terutama dari segi pengalaman.

“Akan tetapi. kami hanya bisa memiliki rasa penyesalan sebesar itu, sebab para pemain telah memberikan segalanya menghadapi tim yang sudah terbiasa memainkan level pertandingan seperti ini.”

“Sevilla telah memenangkan kompetisi ini beberapa kali, selalu tampil baik pada final dan itulah yang menjadi pembeda pada akhirnya,” tuturnya.

Share This Post